NAMA : KARTIKA DWI CAHYANTI
NPM :
15214782
KELAS : 3EA03
TUGAS EKONOMI KOPERASI 3
A.
Evaluasi
Keberhasilan Koperasi Dilihat dari Sisi Anggota
1.
Efek-efek
Ekonomis Koperasi
·
Salah satu hubungan penting yang harus
dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya, yang kedudukannya sebagai
pemilik dan juga sekaligus sabagai pengguna jasa dari koperasi tersebut. Jika
hubungan antar koperasi dengan anggota atau hubungan antara anggota didalamnya
berjalan baik, maka semua usaha-usaha atau kegiatan-kegiatan koperasi pun akan
berjalan dengan baik.
·
Motivasi ekonomi anggota sebagai pemilik
akan mempersoalkan simpanan-simpanan yang telah diserahkannya, apakah mengalami
keuntungan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan
kontinuitas pengadaan atas kebutuhan barang-jasa yang mereka butuhkan,
menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual atau pembeli di
luar koperasi.
2.
Analisis
hubungan efek ekonomis dengan keberhasilan koperasi
Koperasi
merupakan badan usaha ekonomi yang bertujuan untuk menigkatkan kesejahteraan
hidup para anggotanya. Dari konsep koperasi, fungsi laba tergantung pada besar
atau tidaknya partisipasi ataupun transaksi anggota koperasi dengan
koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota semakin tinggi manfaat yang
terima oleh anggotanya.
Maksudnya
partisipasi disini adalah tingkat keikutsertaan anggota koperasi dalam
usaha-usaha atau kegiatan-kegiatan koperasi, jika tingkat keikutsertaan
tersebut tinggi, maka koperasi dan anggota koperasinya pun akan mendapatkan
manfaat yang sangat baik, dalam arti keduanya saling menguntungkan. Yaitu
koperasi tersebut tambah maju dan anggota koperasi pun semakin sejahtera dengan
mendapatkan manfaaat ekonomis dari koperasi.
Maka
keberhasilan koperasi ditentukan salah satu faktornya adalah partisipasi
anggota, partisipasi anggota sangat erat hubungannya dengan efek ekonomis
koperasi yaitu manfaat yang diperoleh oleh anggota koperasi.
3. Pada dasarnya setiap
anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi
·
Jika kegiatan tersebut sesuai dengan
kebutuhan. Yang dibutuhkan anggota sebagai pengguna, dan kebutuhan masyarakat
disekitar koperasi.
·
Jika pelayanan itu ditawarkan dengan
harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan dibanding yang di
perolehnya dari pihak-pihak lain di luar koperasi.
4. Efek Harga dan Efek Biaya
Harga
dan biaya juga ikut menentukan keberhasilan koperasi, lalu Partisipasi anggota
menentukan keberhasilan suatu koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota
dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: Besarnya nilai utilitarian maupun
normatif. Maksudnya utilitarianadalah manfaat atau kegunaan dalam menilai
suatu tindakan sebagai prinsip moral yang paling dasar, untuk menentukan bahwa
suatu perilaku baik jika bisa memberikan manfaat kepada sebagian besar konsumen
atau masyarakat.
Motivasi
utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang
dimaksud adalah insentif dalam memberikan pelayanan barang-jasa oleh perusahaan
koperasi yang efisien dan efektif, atau adanya pengurangan biaya dan
diperolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU)
baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.
Jika
dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu mendominasi, maka
setiap harga yang ditetapkan oleh koperasi harus dibedakan antara harga untuk
anggota dengan harga untuk non anggota. Akibat perbedaan ini mengharuskan daya
analisis yang lebih akurat didalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang
saling bersaing.
5. Penyajian dan Analisis
Neraca Pelayanan
Karena
disebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota koperasi dan terjadinya
perubahan di lingkungan sekitar koperasi, terutama tantangan persaingan,
pelayanan yang diberikan koperasi terhadap anggota koperasi secara
berkesinambungan harus disesuaikan.
Jika
suatu koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota,
bahkan jika koperasi memberikan pelayanan yang lebih baik dibandingkan dengan
pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap koprasinya akan semakin
meningkat. Lalu untuk meningkatkan pelayanannya, koperasi memerlukan
informasi-informasi yang akurat, terutama dari anggota koperasi yang
bersangkutan.
B.
Evaluasi
Keberhasilan Koperasi Dilihat dari Sisi Perusahaan
Koperasi
adalah badan usaha yang terbentuk karena dilandasi oleh sebagai usaha kumpulan
orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak
terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya dari
koperasi adalah melayani anggotanya.
1. Mengukur kemanfaatan ekonomis
maksudnya adalah manfaat ekonomi yang pengukurannya di hubungkan dengan teori
efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau di perolehnya manfaat
ekonomi.
2. Sedangkan yang dimaksud
Efesiensi disini adalah: penghematan input (faktor-faktor dalam menjalankan
usaha) yang di ukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya
(Ia) dengan input realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia maka
disebut (Efisien). Lalu di hubungkan dengan waktu terjadinya transaksi atau
pada saat di perolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat di bagi menjadi dua
jenis manfaat ekonomi yakni manfaat ekonomi langsung (MEL), dan manfaat ekonomi
tidak langsung (METL). Berikut ini adalah penjelasannya :
§ Manfaat
ekonomi langsung (MEL) : MEL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh
anggota langsung di peroleh pada saat terjadinya transaksi antara
anggota dengan koperasinya. Jadi manfaat ekonomi dari transaksi yang dilakukan
antara anggota dengan koperasinya langsung dirasakan oleh anggota yang
melakukan transaksi tersebut.
§ Manfaat
ekonomi tidak langsung (METL) : METL adalah manfaat ekonomi yang diterima
oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, akan tetapi di
peroleh dan di rasakan manfaatnya kemudian setelah berakhirnya suatu periode
tertentu atau periode pelaporan keuangan atau pertanggung jawaban pengurus
serta pengawas, yakni pada saat penerimaan SHU (Sisa Hasil Usaha)
anggota.
Lalu
manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang diterima anggota dapat dihitung dengan
cara sebagai berikut:
TME
= MEL + METL
MEN
= (MEL + METL) BA
Sedangkan
bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha
(multipurpose), maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat dihitung dengan
cara sebagai berikut :
MEL
= EfP + EfPK + Evs + EvP + EvPU
METL
= SHUa
Efisiensi
Perusahaan atau Badan Usaha Koperasi
1. Tingkat
efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota
(TEBP)
= Realisasi Biaya pelayanan : Anggaran biaya pelayanan
(Jika
TEBP < 1 berarti efisien biaya pelayanan BU ke anggota)
2.
Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota
(TEBU)
= Realisasi biaya usaha : Anggaran biaya usaha
(Jika
TEBU < 1 berarti efisien biaya usaha)
Efektivitas Koperasi
Efektivitas
Koperasi adalah pencapaian target output (biaya atau anggaran yang dikeluarkan)
yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa),
dengan output realisasi atau sesungguhnya (Os), jika Os > Oa maka akan
disebut efektif.
Rumus
perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :
EvK
= Realisasi SHUk + Realisasi MEL : Anggaran SHUk + Anggaran MEL
(Jika
EvK >1, berarti efektif)
Produktivitas Koperasi
Produktivitas
adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>1)
di sebut produktif. Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi
PPK = SHUk x 100%
PPK = SHUk x 100%
Modal koperasi
PPK
= Laba bersih dr usaha dgn non anggota x 100%
Analisis Laporan Keuangan
Laporan
keuangan koperasi bukan hanya merupakan bagian dari system pelaporan keuangan
koperasi, tetapi segaligus juga merupakan bagian dari laporan
pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Dilihat dari sisi
fungsi manajemen, laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu
alat untuk evaluasi kemajuan koperasi.
Isi
laporan keuangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan laporan keuangan
yang di buat oleh badan usaha lain. Secara umum laporan keuangan keuangan
meliputi hal-hal berikut ini :
a. Neraca;
b.
Perhitungan hasil usaha (income statement);
c. Laporan
arus kas (cash flow);
d.
Catatan atas laporan keuangan;
e. Laporan
perubahan kekayaan bersih sebagai laporan keuangan tambahan.
Adapun
perbedaan laporan keuangan koperasi dengan laporan keuangan badan usaha lainnya
adalah sebagai berikut :
1. Perhitungan
hasil usaha pada koperasi harus dapat menunjukkan usaha yang berasal dari
anggota koperasi dan usaha yang berasal dari bukan anggota koperasi yang
bersangkutan. Alokasi pendapatan dan beban kepada anggota koperasi serta kepada
bukan anggota koperasi pada perhitungan hasil usaha berdasarkan perbandingan
antara manfaat yang di terima oleh anggota koperasi dan bukan anggota koperasi.
2. Laporan
keuangan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi (laporan
keuangan gabungan) dari koperasi-koperasi. Dalam hal terjadi penggabungan dua
atau lebih koperasi menjadi satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan
tersebut perlu memperhatikan nilai aktiva bersih yang riil (yang sebenarnya)
dan jika perlu akan melakukan penilaian kembali. Sedangkan, dalam hal jika
koperasi mempunyai perusahaan dan unit-unit usaha yang berada dibawah satu
pengelolaan, maka akan disusun laporan keuangan konsolidasi atau laporan
keuangan gabungan.
Contoh Kasus
Keberhasilan Pada Koperasi Teratai Mandiri
Koperasi
Teratai Mandiri yang berlokasi di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, patut diacungi
jempol. Koperasi yang anggota dan pengurusnya seluruhnya merupakan anggota
Polri dan PNS itu mampu meraih omzet Rp7 miliar per tahun.
“Omzet
Koperasi Teratai Mandiri pada tahun 2014 Rp7 miliar. Dari omzet tersebut,
diperoleh keuntungan kotor Rp4,4 miliar. Kalau keuntungan bersihnya Rp3,3
miliar,” kata Ketua Koperasi Teratai Tugu Mandiri, Ajun Komisaris Polisi
Bambang Winarno, di sela-sela pembukaan Pekan Koperasi 2015 di Mako Brimob,
belum lama ini.
Menurut
Bambang, kemajuan koperasi terletak pada semangat pengurus dan anggotanya untuk
bersungguh-sungguh dalam pengelolaannya. “Awal pertama, pengurus amanah dulu,
jangan berpikir imbal balik. Memberi dorongan ke anggota untuk memajukan karena
keuntungan atau sisa hasil usaha juga akan kembali dinikmati anggota,” katanya.
Koperasi
Teratai Mandiri mempunyai tiga jenis usaha, yakni unit simpan pinjam, unit jasa
atau pendanaan, dan unit toko. Koperasi itu berdiri sejak tahun 1984 dan mulai
berkembang secara pesat tahun 2007. “Kalau kita sudah dipercaya, banyak bank
yang antre mau memberikan pinjaman. Jadi untuk pendanaan kita tidak masalah,”
tegas Bambang.
Kesimpulan dan
Saran
Dari
contoh kasus diatas dapat disimpulkan bahwa koperasi teratai mandiri telah
berhasil menjadi kepercayaan masyarakat. Dibantu dengan kinerja para anggotanya
dalam menjalankan koperasi ini telah menumbuhkan rasa kepercayaannya dan
meningkatkan omzet/keuntungan koperasi teratai mandiri. Saran untuk koperasi
ini adalah para anggota lebih meningkatkan lagi kinerja dalam bekerja di
koperasi teratai mandiri agar bisa memberikan dorongan kepada para masyarakat
dan menumbuhkan rasa kepercayaan kepada koperasi teratai mandiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar