Dalam kehidupan
sehari-hari, manusia pasti melakukan komunikasi kepada sesama manusia yang
lain. Karena manusia adalah makhluk sosial dan tidak bisa hidup sendiri.
Komunikasi pun menggunakan dua konteks bahasa yaitu komunikasi dengan bahasa
yang formal dan komunikasi dengan bahasa yang tidak formal (informal).
Penggunaan masing-masing bahasa (formal atau informal) tergantung situasi yang
sedang berlangsung atau dengan siapa seseorang berbicara. Bahasa formal
digunakan pada saat-saat situasi yang resmi, sedangkan bahasa informal
digunakan saat situasinya tidak resmi dan lebih santai.
Komunikasi dengan bahasa
yang formal
Saat meminta jam
pengganti dengan dosen
M : Mahasiswa
D : Dosen
M : “Assalamualaikum ibu, maaf sebelumnya
mengganggu. Karena hari senin kemarin libur, teman-teman bertanya apa boleh
meminta jam pengganti untuk mata kuliah ibu? Untuk jam dan kelasnya saya akan
bertanya pada sekdos, ibu.”
D : “Waalaikumsalam mba, untuk jam
pengganti bisa. Di hari Rabu ya. Nanti jika sudah dapat kelas hubungi saya
kembali.”
M : “Baik ibu, saya akan kabari
keteman-teman kalau jam pengganti mata kuliah ibu hari Rabu.. Untuk kelas saya
kabari ibu kembali ya bu.. Terimakasih ibu atas waktunya, mohon maaf jika
mengganggu. Assalamualaikum wr.wb.”
D : “Waalaikumsalam wr.wb.”
Dalam penggunaan
bahasa formal, kata yang digunakan lebih sopan dan tertata dengan baik. Saya
ambil contoh diatas, saat bertanya kepada dosen, kata-katanya harus baik dan
sopan karena dosen jauh lebih tua dan sebagai mahasiswa harus menghormatinya.
Komunikasi dengan
menggunakan Bahasa informal
Saat meminta bantuan kepada
teman untuk menemani di rumah dan belajar bersama.
T = Tika
E = Eliza
T : “Beb, besok sibuk gak lu?”
E : “ Kagak, nape emang?”
T : “ Besok gue sendiri nih, nyokap bokap
pergi kakak gue juga pergi. Temenin dong dirumah.”
E : “Selow beb bisa kok gue, gaada
kerjaan juga besok daripada gabut dirokum.”
T : “Asikdah, eh iya sekalian belajar
bareng kita buat UTS hari Selasa.”
E : “Okedeh beb gue bawa buku besok.”
T : “Oke beb thanks banget yaaa.”
E : “Sama-sama bre.”
Contoh diatas
adalah contoh dari berkomunikasi dengan bahasa informal. Dapat dilihat banyak
kata-kata yang tidak jelas seperti nyokap (ibu), bokap (bapak), rokum (rumah),
beb, dan lain-lain. Tetapi karena orang yang diajak berbicara yaitu teman dan
memiliki kesamaan umur dan pergaulan yang sama maka mengerti dengan maksud dari
kata-kata informal diatas. Dalam berkomunikasi informal, bahasa yang digunakan
adalah bahasa sehari-hari. Penggunaan bahasa informal juga lebih santai dan
tidak kaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar