Minggu, 07 Mei 2017

Komunikasi dengan menggunakan Bahasa Formal dan Bahasa Informal

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia pasti melakukan komunikasi kepada sesama manusia yang lain. Karena manusia adalah makhluk sosial dan tidak bisa hidup sendiri. Komunikasi pun menggunakan dua konteks bahasa yaitu komunikasi dengan bahasa yang formal dan komunikasi dengan bahasa yang tidak formal (informal). Penggunaan masing-masing bahasa (formal atau informal) tergantung situasi yang sedang berlangsung atau dengan siapa seseorang berbicara. Bahasa formal digunakan pada saat-saat situasi yang resmi, sedangkan bahasa informal digunakan saat situasinya tidak resmi dan lebih santai.
Komunikasi dengan bahasa yang formal
Saat meminta jam pengganti dengan dosen
M        : Mahasiswa
D         : Dosen
M        : “Assalamualaikum ibu, maaf sebelumnya mengganggu. Karena hari senin kemarin libur, teman-teman bertanya apa boleh meminta jam pengganti untuk mata kuliah ibu? Untuk jam dan kelasnya saya akan bertanya pada sekdos, ibu.”
D         : “Waalaikumsalam mba, untuk jam pengganti bisa. Di hari Rabu ya. Nanti jika sudah dapat kelas hubungi saya kembali.”
M         : “Baik ibu, saya akan kabari keteman-teman kalau jam pengganti mata kuliah ibu hari Rabu.. Untuk kelas saya kabari ibu kembali ya bu.. Terimakasih ibu atas waktunya, mohon maaf jika mengganggu. Assalamualaikum wr.wb.”
D         : “Waalaikumsalam wr.wb.”

Dalam penggunaan bahasa formal, kata yang digunakan lebih sopan dan tertata dengan baik. Saya ambil contoh diatas, saat bertanya kepada dosen, kata-katanya harus baik dan sopan karena dosen jauh lebih tua dan sebagai mahasiswa harus menghormatinya.

Komunikasi dengan menggunakan Bahasa informal
Saat meminta bantuan kepada teman untuk menemani di rumah dan belajar bersama.

 T = Tika
 E = Eliza

T         : “Beb, besok sibuk gak lu?”
E         : “ Kagak, nape emang?”
T         : “ Besok gue sendiri nih, nyokap bokap pergi kakak gue juga pergi. Temenin dong dirumah.”
E         : “Selow beb bisa kok gue, gaada kerjaan juga besok daripada gabut dirokum.”
T         : “Asikdah, eh iya sekalian belajar bareng kita buat UTS hari Selasa.”
E         : “Okedeh beb gue bawa buku besok.”
T         : “Oke beb thanks banget yaaa.”
E         : “Sama-sama bre.”

Contoh diatas adalah contoh dari berkomunikasi dengan bahasa informal. Dapat dilihat banyak kata-kata yang tidak jelas seperti nyokap (ibu), bokap (bapak), rokum (rumah), beb, dan lain-lain. Tetapi karena orang yang diajak berbicara yaitu teman dan memiliki kesamaan umur dan pergaulan yang sama maka mengerti dengan maksud dari kata-kata informal diatas. Dalam berkomunikasi informal, bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari. Penggunaan bahasa informal juga lebih santai dan tidak kaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar